• 27

    May

    DRAMA PEPESAN MORAL

    (Drama Satu Babak dalam Penglepasan Siswa Kelas VI SD Muhammadiyah Pekuncen Banyumas Jateng) SAMBEL BUAT SANG RATU Oleh Hamidin Krazan ADEGAN I DI sebuah ruangan terbuka tampak JURU WORO 1 sedang mengetik (menggunakan mesin ketik) di atas meja. Pada ketikan pertama ada kesalahan, sehingga mukanya cemberut, tampak kesal lalu tangannya mencabut kertas HVS dari mesin ketik. Sambil mengumpat tanpa bersuara jemarinya meremas kertas hingga membentuk bulatan sebesar bola pimpong. Bola kertas itu dilempar ke arah kirinya. Tanpa disadarinya bola kertas itu mengenai jidat JURU WORO 2 yang baru saja masuk ke panggung. JURU WORO 2 menghindar, bergaya seperti pendekar menangkis serangan lawan dengan jurus-jurus aneh dan lucu ( gaya pantomim). Begitu bola kertas itu dibuka ternyata ada tul
  • 18

    May

    AKU TERKINI

    Udara membeku setiap helaan nafas pagi terasa memasukkan split kedalam mulut botol tersendat sepanjang leher. Serba salah tingkah sejenak usai subuh. Menyimak berita selalu menggoreskan rasa nyeri seperti itu. Meluangkan waktu barang 30 menit di depan pesawat televisi dimaksudkan agar menuai inspirasi melalui topik kabar terkini pagi. Namun nyatanya? Sederet berita yang tersajikan justru kian menggumpalkan udara pagi. Setidaknya aku masih bisa merasakan segala derita di layar kaca. Jika itu mewakili sebagian fakta sekitar kita. Artinya, ganjalan dalam helaan nafas pagi tak semata-mata kurasakan sorangan. Dengan begitu, segala daya dan kekuatan baru tak serta merta kusandarkan pada apa yang kulihat, kudengar dan kurasakan semata. Sebab, mata, telinga dan jiwa selalu saja tersarang dal
  • 15

    Feb

    Kerinduan Pak Guru

    Kerinduan akan kebersamaan kita kadang menyapa. Semoga di awal tahun ini bisa mengulang sepenggal episode masa silam. (Kangen baca puisi he he ). Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya. 04.40. ….. SALAH satu Sms yang kuterima, selagi aku masih tertidur. Pengirimnya, seorang Kepala Sekolah SD, juga guru teaterku. Aku tak balas sms itu hingga sekaran. Aku hanya mengumpulkan sejumlah puisiku yang berserak di lembar maya. Di Fb, blog, diary, folder pribadi di hp, catatan di hp dan yg pernah aku kirim ke beberapa teman via sms. Pekan lalu hpku ngebleng. Semua catatan hilang. Termasuk no telp seseorang yg pernah kukirimi puisi juga terhapus. Aku akan minta dikirim balik puisiku, tapi entah harus tanya siapa. Aku ingin bawa sepuluh puisi ke rumah Pak Guru, tapi yang satu belum kutemukan jej
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post